Ini hari ulang tahunku..
Mungkin kamu tidak ingat.. Aku tau..
Bahkan namaku pun tidak pernah benar kamu tuliskan dalam catatan maupun nama kontak di ponselmu..
Selalu salah.. Iya Aku tau..
Kamu juga selalu mengajakku bertengkar dan beradu pendapat,
atau sekedar beradu kata karena usil..
Iya aku tau..
Pun kamu yang sukanya mengejekku & menggangguku..
Itu pun aku tau..
Karena..
Juga kamu yang selalu ada ketika yang lainnya pergi..
Juga kamu yang selalu mau mendengarkan ketika yang lainnya tutup telinga..
Juga kamu yang mau menemani ketika aku merasa sendiri..
Pun kamu yang sangat peduli ketika yang lainnya sedang sibuk dengan diri sendiri...
Kamu juga yang memberiku semangat ketika yang lainnya bahkan tidak pernah peduli..
Yang memberi perhatian dan tawa di saat aku fikir tidak ada yang bisa begitu ketika itu...
Iyaa.. aku tau..
Sampai kemudian..
Kamu memelukku..
Seerat itu.. selembut itu..
Setak menyangka itu...
Mengusap lembut punggungku..
Iyaa aku tau... Ini hari ulang tahunku...
Untuk pertama kalinya..
kamu memelukku..
Juga terakhir kalinya kamu tersenyum dihadapanku...
Kemudian pergi...
Iya..
Kado mu sudah sampai..
sudah aku terima.. :")
Sahabatku yang HILANG.. ..
Semarang, 25 Desember 2013
Virqi W. Bianti
Menu Bar
Kamis, 26 Desember 2013
Senin, 16 Desember 2013
Di Langit-langit Kamarku ..

Tepatnya beberapa menit yang lalu..
Lampu kamar sudah aku padamkan. Selimut sudah menyelimuti sekujur tubuhku. Dingin memang. Hujan tadi sore menyisakan suasana sedingin ini..
Kemudian beberapa saat sebelum aku terpejam.. Mataku mengarah ke atas, ke langit-langit kamarku..
Nampak seekor Cicak sedang terdiam dengan seekor Kupu-kupu berada dicengkeraman mulutnya..
Diam & berusaha membuat kupu-kupu tersebut mati agar kemudian bisa Ia lahap.. bisa Ia nikmati sebagai menu makan ditengah malam ini..
Tetapi tidak semudah seperti yang Ia bayangkan..
karena ternyata tubuh kecil Kupu-kupu itu sangat kuat, sangat agresif untuk menyelamatkan dirinya deri cengkeraman cicak..
Berkali-kali bergerak hingga akhirnya terlepas & terbang lagi...
Lepas sudah menu makan untuk malam ini...
Cicak pun terdiam beberapa saat. Diam & tak bergerak dari tempat semula..
Mungkin Ia sedang meratapi kegagalannya..
Meratapi bahwa yang kecil tidak selalu lemah..
Yang lemah belum tentu mudah kalah...
Hingga kemudian cicak pun berlari lagi..
Dan mencari menu makan lainnya lagi..
Ia percaya.. gagal sekali bukan berarti harus berhenti..
karena berhenti berarti Ia akan mati sebab perut tak Terisi...
Semoga
kita dapat pelajaran brharga..
Dari Cicak dan Kupu-kupu yang Tidak Sengaja nampak di atas sana .. iya. Di Langit-langit kamarku..
Virqi
Semarang, 14 Des'13
Semalam, Di Tempat yang Asing ..
Pagi..
matahari
baru saja sejenak pergi dari peraduan. Menuju tempat dimana manusia
menginginkan kehadirannya. Juga tepat pada waktunya, meski terkadang mendung
menghambatnya untuk datang. Matahari selalu tepat waktu. Menjanjikan cahayanya
seperti janji kepada Tuhannya..
Tapi..
Pagi
ini berbeda. Aku merasa asing karena terbangun di tempat dan kondisi yang tidak
aku kenal. Yang tidak pernah aku kunjungi atau bahkan aku temukan sebelum ini.
Aku merasa asing, tetapi tubuhku berjalan seolah sangat faham setiap lekukan
dan keadaan tempat ini. Hanya saja, aku merasa tidak sama sekali tau.
Benar-benar asing..
Kemudian
di tempat asing lainnya, entah itu siang, entah itu malam, fikiranku merasa
semakin tidak tau, aku dimana? Tempat apa ini?.. tetapi tubuhku terus berjalan
dan bertegur sapa pada orang-orang yang keliatannya tidak jelas difikiranku.
Mereka itu siapa?
Aku
tidak sedang gila..
Kenyataannya
tubuhku berjalan dan bertingkah laku sangat normal seperti biasanya. Tertawa
dan bercanda gurau juga lumrah seperti keadaan-keadaan sebelum ini..
Yang
aneh adalah fikiranku.. karena bekerja sangat tidak sinkron dengan tubuh,
dengan perilaku.. Aaahhh aku bingung... Aku sedang dimana???
Sampai
pada akhirnya.. aku menemukan satu wajah yang jelas dan nyata difikiranku. Iya.
Itu kamu....
Aku
tau betul itu wajahmu. Itu senyummu. Itu sapamu..
Seseorang
yang beberapa saat ini menjadi bagian yang sangat dominan difikiran dan dihatiku,
yang menjadikan aku seperti pecundang karena mendamba yang tidak bisa dimiliki..
Tidak.. ini salahku. Karena menjadikan posisimu jauh lebih sulit dari
sebelumnya..
Meskipun
pada kenyataannya, aku dan kamu sama-sama “tidak punya yang memiliki” selain
ayah dan ibu tentunya..
Entahh..
ini rumit.. Aku hanya bisa melihatmu tersenyum. Lalu menyapaku. Atau sekedar
melihat kegiatanmu dari kejauhan.. Iya.. memang ingin rasanya.. berbagi canda,
bergurau, atau berbicara lebih banyak denganmu.. Tapi kenyataannya.. ..
Di
buku ini tidak tertuliskan tentang ceritamu dan ceritaku,, tidak dijelaskan
bahwa kita dipertemukan untuk kemudian menciptakan cerita seperti romeo dan
juliet atau kisah asmara seperti di negeri dongeng. Tidak ada..
Jadi..
hanya sebatas itu.. memandangimu dari kejauhan.. dan tersenyum lagi. Meski
nyatanya aku tersenyum sendirian tidak dengan kamu..
Lalu
aku pergi membawa senyuman sepi ku, dan membuka mata (lagi)..
Nampak
dinding kamar yang putih, juga bertabur dengan wall sticker bunga berwarna merah
muda. Dengan gantungan dan tumpukan2 jilbab di dinding bagian lainnya. Aaaahh
ini kamarku... Sekarang fikiranku sudah jelas...
Aku
sudah kembali setelah berjalan jauh di media alam bawah sadar yang aku sebut “MIMPI”...
Dan
pun baru aku sadari.. Bahkan di alam MIMPI saja.. Kita tidak ditakdirkan untuk
bersama.. Lalu.. Bagaimana dengan kenyataannya???
Aaaahh..
sepertinya aku harus mandi.. Dan menyegarkan kembali fikiranku yang hampir
begitu berantakan tadi malam.. “di tempat yang asing” ....
Virqi,
Semarang
11 12 13 ....
Langganan:
Postingan (Atom)